Wujudkan Swasembada Pangan, Pemdes Sanggulan Maksimalkan Potensi Pertanian
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Desa Sanggulan Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kukar, ingin mewujudkan swasembada pangan, tentu dengan memaksimalkan potensi pertanian di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Sekretaris
Desa Sanggulan Muzakir saat ditemui Poskotakaltimnews,
di tempat kerjanya di Desa Sanggulan, Kamis (14/11/2024). Ia mengatakan, di Desa
ini untuk potensi luasan lahan padi sawah yang efektif ada sekitar 35 hektare.
Dari luasan itu dikelola masyarakat atau
kelompok pertanian (Poktan).
"Di desa Sanggulan ada
sekitar 35 persen masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Saat ini kami sedang
mengembangkan sektor pertanian, agar lebih luas," katanya.
Sementara upaya untuk mewujudkan
swasembada pangan di Desa Sanggulan, pihaknya telah mendukung 100 persen sektor
pertanian melalui dana ketahanan pangan Desa. Dukungan itu diberikan berupa
bantuan sarana dan prasarana produksi (Saprodi) pertanian.
"Kita telah memberikan
alsintan, pupuk, dan sarana prasarana lainnya," ucaonya.
Dalam hal ini, Pemerintah Desa
Sangulan juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabuapaten melalui
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya untuk mendukung sektor pertanian
dalam arti luas. Dengan tujuan memperkuat ketahanan pangan.
"Dengan koordinasi yang baik
pastinya dapat mewujudkan petani sejahtera. Sebab mempermudah aktivitas
petani," jelasnya.
Melalui bantuan yang telah
diberikan selama ini, masyarakat khususnya petani sangat senang dan
menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa maupun Kabupaten. Bantuan ini
dinilai sangat bermanfaat bagi mereka dalam menjalankan kegiatannya sebagai
petani.
Ia komitmen untuk terus mendukung sektor pertanian. Sehingga produktivitas pertanian di Desa Sanggulan semakin meningkat. Pertanian ini merupakan pekerjaan yang mulia, karena hasil dari pertanian sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat secara luas.
Sektor pertanian juga merupakan
peluang bisnis yang menjanjikan. Pertanian ini pangsa pasarnya sudah jelas
dibutuhkan oleh masyarakat. Pertanian saat ini menggunakan teknik modernisasi,
sehingga menggarap pertanian menggunakan modernisasi ini bisa sebagai pemicu
masyarakat untuk terus semangat, untuk mengembangkan sektor pertanian.
(adv/riz)